Senja Temaram dalam Kebisuan

Senja temaram dalam kebisuan
selimut jingga pun tersingkap dalam kelam
aku tertatih merayap dalam kedukaan
menyisir jalanan berkelok tembus rimbunan belukar

terhampar kerinduan diantara ranting kering
hembus angin hempaskan kantukku
aroma pesisir menyeruak
riak gelombang membisik menyusup perlahan

kutatap cakrawala di ufuk timur
purnama tersembul dalam kepucatan
menebal hitam berarak selimuti purnama

Entah apa yang berkecamuk
aku tertunduk
aku membisu
hingga purnama pun meredup
dalam bisik kerinduan pesisir

Sajak Awal Oktober

Kutulis sajak ingin kubuat jadi purnama
bait-bait kisah terangkai dalam diksi bercahaya cinta
kububuhkan kata “purnama mendekap dirimu dalam hangat”

Malam takkan lagi jaga kelam
awan berarak menuju lembah jauh dari pesisir
tinggalkan kamu dan aku, dalam pakeliran pemimpi
tiba-tiba menjelma purnama di wajahmu
Ada kehangatan purnama menerobos garis-garis rasa
saat kilau pelangi rengkuh wajahmu
Tatapanmu menyejukkan udara di ruang hatiku
sayup kudengar degup jantungmu merajut syair

Kusuguhkan rindu hangat dalam sajak
biarlah uapnya menyatu disudut hatimu
terbayang romanmu merona nodai pipi ranummu
Majnun kan tetap melangkah dengan tongkat kata-kata
Laila pun hanya tersipu dengan kerudung cinta
Tapi purnama tetap akan purnama
Walau langit tak akan sempurna

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.